Bismillahirrahmanirrahim,
Suatu masalah itu jika menyempit, maka tabiatnya ia menjadi meluas. Jika tali ditarik keras-keras, ia akan terputus. Jika malam semakin gelap, pertanda akan muncul fajar. Itulah sunnah kehidupan yang sudah dan terus berlaku. Itulah hikmah yang pasti terjadi. Maka, relakanlah jiwamu untuk meridhoi kondisinya. Karena, setelah kehausan pasti akan ada air. Setelah musim semi akan datang musim penghujan.
Suatu masalah itu jika menyempit, maka tabiatnya ia menjadi meluas. Jika tali ditarik keras-keras, ia akan terputus. Jika malam semakin gelap, pertanda akan muncul fajar. Itulah sunnah kehidupan yang sudah dan terus berlaku. Itulah hikmah yang pasti terjadi. Maka, relakanlah jiwamu untuk meridhoi kondisinya. Karena, setelah kehausan pasti akan ada air. Setelah musim semi akan datang musim penghujan.
Mungkin saja betapa banyak kesedihan yang engkau keluhkan. Tapi permudahlah urusanmu. Lapangkanlah pikiranmu. Tidakkah engkau membaca firman Allah SWT " Alam nasyrah laka sadrak...." ( Bukankah kami lapangkan dadamu ). Tidakkah engkau berbahagia karena di dunia ini masih terhampar banyak harapan. Di dunia ini masih banyak kemudahan.
Wahai yang berkeluh tentang banyak urusan.. Lalu menjalani
hidup serasa dalam kurungan. Sementara air matanya terus mengalir
karena sedih.
Sesungguhnya dalam pakaian
Yusuf AS terdapat obat yang
menyembuhkan kebutaan dua mata Ya'kub
AS. Sesungguhnya dalam air dingin
yang diguyur ke sekujur tubuh, adalah kesembuhan bagi penyakit yang di derita Ya'kub
AS.
Untuk rasa
sakit, ada kesembuhan. Untuk penyakit, ada obat. Untuk haus, ada air.
Untuk kesulitan, ada kelapangan. Dalam kesempitan, ada
kebahagiaan. Dalam gelap, pasti akan ada cahaya terang. Api yang menghimpit
Ibrahim Al Khalil, bisa menjadi mudah dan
dingin... Lautan di hadapan Musa AS bisa terbelah dan digunakan
untuk berjalan... Yunus Bin Matta AS, akhirnya keluar dari tiga gulita,
karena kasih sayang Allah Al Jaliil Yang Maha Mulia..
Rasulullah
SAW pernah berada di dalam gua,
dikelilingi oleh para kuffar. Hingga berkata Abu Bakar Ash Shiddiq ra, " Sesungguhnya
orang-orang kafir hanya berjarak beberapa jengkal. Kami khawatir bila terjadi kehancuran. "
Berkata Rasul sang pemilik keyakinan dengan penuh ketegasan, " Sesungguhnya Allah bersama
kita. Dia mendengarkan kita.
Dia melindungi kita. Sebagaimana Dia telah menghimpun
kita."
Katakanlah
kepada orang yang tenggelam dalam putus asa dan
telah terjatuh. Kepada orang yang telah patah arang dan
terpuruk. Kepada orang
yang ternodai pemahamannya dalam masalah taqdir.
Bekerjalah
dan beramallah, sesungguhnya Allah SWT justru menurunkan hujan setelah manusia putus ada terhadap
hujan.
Adalah Bilal pernah terkapar
di atas tanah
tandus, tapi dialah yang kemudian menaiki Ka'bah Baitullah untuk mengumandangkan seruan adzan. Dialah yang memperdengarkan bumi dengan suara langit...
Adalah Yusuf
AS pernah lama terpenjara di balik jeruji
besi. Tapi kemudian ia
bisa menjadi seorang Raja Mesir setelah Al Aziz...
Adalah Umar Bin Khattab ra seorang penggembala
kambing di Mekkah. Lalu dialah orang
yang bisa menebarkan keadilan dalam masa kekuasaannya. Lalu namanya terpahat di baju besi.
Lalu dia yang memotong tali pelanggaran. Lalu dia yang suaranya
menggelegar menghentak penguasa tiran...
Allah SWT pasti akan
menciptakan kemudahan setelah kesulitan. Tidakkah engkau tahu, sesungguhnya pasti ada keadaan
lain yang Allah berikan setelah
kesulitan? Allah SWT yang mematahkan tali pengikat orang-orang
yang terpenjara di jeruji para penguasa
otoriter. Allah SWT yang akan menghapus air mata anak-anak yatim. Apakah engkau pernah melihat
orang faqir yang selamanya tidak mempunyai uang dan tidak bisa
memenuhi kebutuhannya? Apakah engkau mendapati seorang tahanan selamanya berada di dalam penjara
yang gelap?
Tidak ada bencana yang terus menerus terjadi.
Karena di sana ada Allah SWT Yang Maha Sendiri dan
satu-satunya Tempat Meminta.. Siapapun yang melazimkan istighfar, maka Allah SWT akan menjadikan jalan keluar dari
setiap kesulitannya. Allah SWT yang akan
memberinya jalan penyesalan terhadap setiap kegundahannya.
"Laa Haula Wa
Laa Quwwata Illa Billah". tidak
ada daya dan upaya kecuali Allah SWT. Dengan kalimat itu, segala
beban mampu terpikul, semua kengerian bisa terlewati, seluruh keadaan bisa lebih
baik, lebih melapangkan pikiran dan menambahkan rasa ridho kepada Allah Al Jalal.
Beritakanlah kegembiraan kepada
malam, dengan datangnya waktu subuh yang menyapu gelap dari puncak
gunung-gunung. Beritakanlah kegembiraan
kepada musim semi dengan turunnya limpahan air hujan hingga air itu masuk ke sela-sela
pasir. Beritakanlah kegembiraan kepada orang faqir
dengan harta yang bisa mengusir kematian. Ketahuilah,
di setiap kesulitan itu ada
jeda. Di setiap kebutuhan itu ada
pertolongan .
Sesungguhnya Allah SWT menghilangkan bencana dengan ketulusan do'a dan kebersihan harapan. Ketahuilah, himpitan dan kesulitan itu menghilangkan
kesombongan dan terus menerus mendorong
kepada dzikir, syukur dan kewaspadaan
berpikir. Maka tenangkanlah
hatimu jika kegalauan menerpamu. Lapangkanlah dadamu jika kesulitan
menyerangmu. Jangan putus asa terhadap
apa yang telah
terjadi dan telah hancur. Ketahuilah, karena
tidak ada sesuatu yang abadi selama alam semesta
ini berputar.
Semoga kesulitan menjadi lebih ringan
bagimu, dan musibah bisa memberikan
kebaikan untukmu . Jika hidupmu telah terhimpit dan tak
ada lagi alasan yang bisa engkau angkat. Kembalilah kepada Allah SWT. Ketahuilah bahwa
kesulitan tak pernah berlangsung terus menerus. Allah SWT pasti memandangmu
dengan pandangan kasih dan sayang.
Karena dunia ini tidak
berada dalam satu keadaan. Karena dunia ini berwarna-warni
dan beragam bentuknya.
Tidak ada kengerian yang tak pernah selesai.
Belenggu akan
terbuka dan ikatan akan terlepas. Bersabarlah, berdo'alah dan
nantikanlah jalan keluar dari Allah SWT. Ketahuilah, sesungguhnya kesulitan itu akan mampu membuka kejernihan telinga dan mata,
serta menajamkan pikiran. Kesulitan bisa memberi hikmah dan pelajaran.
Kesulitan mengajarkan kemampuan untuk memikul beban
dan bertahan. Kesulitan menghapuskan dosa. Kesulitan memperbanyak pahala.
Maka, mintalah perlindungan dan pertolongan Allah SWT.
Setiap musibah itu mempunyai
tujuan. Berapa kali kita merasa
takut, lalu kita berdo'a dan
meminta kepada Allah SWT.
Kemudian
Allah SWT menyelamatkan dan
melindungi kita. Berapa kali kita di lilit
lapar, lalu Allah memberi makan dan
minum untuk kita. Berapa kali kita diterpa
kebimbangan dan keresahan, lalu Allah memberikan kebahagiaan dan kesenangan. Berapa kali kita terjerat dan
kita hampir terjatuh dalam kehancuran. Kemudian Allah SWT memberikan jalan
untuk bangkit dan berjalan.
Ketahuilah,
engkau berhubungan dengan Yang Maha Lembut terhadap hamba-Nya. Yang Terkenal dengan Pemberiannya. Yang Maha Meberi untuk
kebahagiaan hamba-Nya.
Yang Maha Kuasa atas segala keinginan-Nya... Jangan gundah, yakinlah Allah selalu bersama kita ..
~ DR.Aidh Bin Abdullah Al Qarni
~
Sumber : Apple's Facebook Page
Tidak ada komentar:
Posting Komentar