Senin, 17 Desember 2012

Ridha Suami Surganya Istri... Mengapa?

Suamimu dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya Kepada Ibunya sendiri.

Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

Suamimu ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

Suamimu berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikanny a sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.

Suamimu berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu. sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka, karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka. karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri...

Sumber: Kata-kata Hikmah's Facebook Page

Sabtu, 15 Desember 2012

Matematika Cerdas Ala Ali Bin Abu Thalib

Bismillahirrahmanirrahim ... 

Seorang lelaki shalih yang mempunyai 3 orang anak lelaki, istrinya telah meninggal dunia. Suatu saat sang bapak memanggil anak-anaknya dan berkataWahai anak-anakku, kalau kelak aku meninggal, hendaknya kalian tetap rukun berkasih sayang dan saling membantu seperti saat ini. Harta peninggalanku, hendaknya engkau bagi sesuai pesanku. Engkau yang tertua, karena telah mapan dan mempunyai penghasilan yang mencukupi, maka memperoleh 1/9 dari hartaku. Engkau yang nomor dua memperoleh 1/3 dari hartaku, dan engkau terkecil memperoleh 1/2 dari hartaku. Tetapi ingatlah, kalian harus tetap rukun berkasih sayang dan saling menolong satu sama lainnya. Janganlah bermusuhan hanya karena berebut harta dunia, sesungguhnya kehidupan di dunia itu hanya sesaat!!”

Selalu Ada Jalan Keluar

Bismillahirrahmanirrahim,

Suatu masalah itu jika menyempit, maka tabiatnya ia menjadi meluas. Jika tali ditarik keras-keras, ia akan terputusJika malam semakin gelap, pertanda akan muncul fajarItulah sunnah kehidupan yang sudah dan terus berlakuItulah hikmah yang pasti terjadiMaka, relakanlah jiwamu untuk meridhoi kondisinya. Karena, setelah kehausan pasti akan ada air. Setelah musim semi akan datang musim penghujan.


Mungkin saja betapa banyak kesedihan yang engkau keluhkan. Tapi permudahlah urusanmu. Lapangkanlah pikiranmu. Tidakkah engkau membaca firman Allah SWT " Alam nasyrah laka sadrak...." ( Bukankah kami lapangkan dadamu ). Tidakkah engkau berbahagia karena di dunia ini masih terhampar banyak harapan. Di dunia ini masih banyak kemudahan.

Wahai yang berkeluh tentang banyak urusan.. Lalu menjalani hidup serasa dalam kurungan. Sementara air matanya terus mengalir karena sedih.

Sesungguhnya dalam pakaian Yusuf AS terdapat obat yang menyembuhkan kebutaan dua mata Ya'kub AS. Sesungguhnya dalam air dingin yang diguyur ke sekujur tubuh, adalah kesembuhan bagi penyakit yang di derita Ya'kub AS.

Untuk rasa sakit, ada kesembuhan. Untuk penyakit, ada obat. Untuk haus, ada air. Untuk kesulitan, ada kelapangan. Dalam kesempitan, ada kebahagiaan. Dalam gelap, pasti akan ada cahaya terangApi yang menghimpit Ibrahim Al Khalil, bisa menjadi mudah dan dingin... Lautan di hadapan Musa AS bisa terbelah dan digunakan untuk berjalan... Yunus Bin Matta AS, akhirnya keluar dari tiga gulita, karena kasih sayang Allah Al Jaliil Yang Maha Mulia..

Ketika Bunda Berbohong Demi Kasih Sayang Kepada Anaknya

Saat makan, bila makanan terbatas, Ia akan memberikan makanan itu kepada putranya dan berkata, "Cepatlah makan nak, ibu tidak lapar."

Ia sisihkan ikan dan daging untuk putra putrinya dan berkata, "ibu tidak suka daging, makanlah nak.."

Di tengah malam saat dia sedang menjaga putranya yang sakit, Ia berkata, "Istirahatlah nak, ibu masih belum mengantuk.."


Saat putranya sudah tamat belajar, bekerja, mengirimkan uang untuk sang ibu. Ia berkata, "Simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang."

Saat anak telah sukses, menjemput ibunya untuk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita disini masih sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tinggal di sana nak.."

Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya menangis, namun ibunda masih tetap tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, ibu tidak apa apa ..."

Ibu tidak peduli seberapa besar kekayaan kitaBaginya ketenangan datang setelah mampu menghantarkan putranya dalam ambang kedewasaan, kemandirian, kebahagiaan dan keimanan yang hakiki.

Dan pulang ke haribaan Nya dengan amanat yang telah usai ..



"Wahai Tuhan kami , Ampunilah kami , ibu bapak kami dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik kami sedari kecil , muliakan mereka di dunia dan di akhirat dengan rahmat Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Pemberi Rahmat . Aamin yaa Robbal alamin" .


Sumber : Apple's Facebook Page