Saat makan, bila
makanan terbatas, Ia akan
memberikan makanan itu kepada putranya
dan berkata, "Cepatlah makan nak, ibu tidak
lapar."
Ia sisihkan ikan dan daging
untuk putra putrinya dan berkata,
"ibu tidak suka daging, makanlah nak.."
Di tengah malam saat dia
sedang menjaga putranya yang sakit, Ia berkata,
"Istirahatlah nak, ibu masih belum mengantuk.."
Saat putranya sudah tamat belajar, bekerja, mengirimkan uang untuk sang ibu. Ia berkata, "Simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih
punya uang."
Saat anak telah sukses, menjemput
ibunya untuk tinggal di rumah
besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita
disini masih sangat nyaman, ibu tidak terbiasa
tinggal di sana nak.."
Saat menjelang tua, ibu sakit
keras, anaknya menangis, namun ibunda masih tetap
tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, ibu tidak
apa apa ..."
Ibu tidak peduli seberapa besar kekayaan kita, Baginya ketenangan datang setelah mampu menghantarkan putranya dalam ambang kedewasaan, kemandirian, kebahagiaan dan keimanan yang hakiki.
Dan pulang ke haribaan Nya dengan
amanat yang telah usai ..
"Wahai Tuhan kami , Ampunilah kami , ibu bapak
kami dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah
mendidik kami sedari kecil , muliakan mereka di dunia dan
di akhirat dengan rahmat Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dan
Maha Pemberi Rahmat . Aamin yaa Robbal alamin" .
Sumber : Apple's Facebook Page
Tidak ada komentar:
Posting Komentar